Iklan

Minggu, 09 Agustus 2026, Agustus 09, 2026 WIB
Last Updated 2026-08-10T00:43:47Z

Harga Kebutuhan Pokok Naik, Rakyat Kecil Mengeluh: Penghasilan Tak Lagi Seimbang dengan Biaya Hidup




Liputan Sumbagsel– Kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok kembali menjadi perhatian masyarakat di berbagai daerah di Indonesia. Beras, minyak goreng, cabai, telur, ayam hingga sejumlah bahan pangan lainnya menjadi beban tersendiri bagi masyarakat berpenghasilan rendah.


Kondisi tersebut membuat masyarakat harus semakin pintar mengatur pengeluaran. Ketika harga kebutuhan naik sementara pendapatan tidak mengalami peningkatan yang sebanding, ruang masyarakat untuk memenuhi kebutuhan lainnya semakin terbatas.


Keluhan serupa juga dirasakan para pedagang di pasar tradisional. Sebagian pembeli kini mengurangi jumlah belanja dan lebih banyak memilih kebutuhan yang benar-benar dianggap penting.


“Gaji tetap, tetapi kebutuhan semakin mahal. Dulu uang belanja masih cukup untuk banyak kebutuhan, sekarang harus dikurangi dan dipilih-pilih,” keluh seorang ibu rumah tangga.


Tekanan terhadap daya beli masyarakat menjadi perhatian karena gejolak harga pangan dapat langsung memengaruhi konsumsi rumah tangga. Sejumlah laporan terbaru juga memperkirakan harga pangan masih berpotensi berfluktuasi akibat faktor cuaca, distribusi dan pasokan.


Masyarakat berharap pemerintah terus memperkuat pengawasan harga, memperbaiki distribusi dan memastikan pasokan kebutuhan pokok tetap tersedia dengan harga yang terjangkau.


Bagi rakyat kecil, kenaikan harga bukan sekadar angka di pasar. Ketika penghasilan tidak ikut bertambah, setiap kenaikan harga berarti semakin berat mempertahankan kebutuhan hidup sehari-hari.