Iklan

Senin, 13 Juli 2026, Juli 13, 2026 WIB
Last Updated 2026-07-14T03:47:00Z

PHR Zona 4 Mancatatkan Kinerja Positif Sepanjang Semester 1 tahun 2026



Liputan Sumbagsel Prabumulih, 14 Juli 2026 – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 mencatatkan kinerja positif sepanjang Semester I tahun 2026. Hingga akhir Juni 2026, produksi minyak mencapai 27.500 barel minyak per hari (BOPD), sementara produksi gas menyentuh angka 506 MMSCFD.


Dalam periode 1 Januari hingga 30 Juni 2026, PHR Zona 4 juga berhasil merealisasikan 27 rencana kerja (RK) pengeboran sumur pengembangan (development well). Dari kegiatan tersebut, perusahaan memperoleh tambahan produksi minyak sebesar 1.549 BOPD atau setara 125 persen dari target year to date (YTD) yang ditetapkan dalam Work Program and Budget (WP&B) 2026.


Untuk menjaga dan meningkatkan produksi di tengah kondisi lapangan migas yang telah memasuki fase mature, PHR Zona 4 terus melakukan berbagai terobosan. Seiring bertambahnya usia lapangan, produksi migas secara alami akan mengalami penurunan akibat berkurangnya tekanan reservoir dan menipisnya cadangan hidrokarbon.


Salah satu strategi yang dijalankan adalah pengembangan sumur melalui metode step out drilling, yakni pengeboran yang dilakukan di luar area produktif yang telah terbukti guna mengidentifikasi potensi keberlanjutan reservoir di wilayah sekitar.


General Manager PHR Zona 4, Djudjuwanto, mengatakan bahwa setiap kegiatan pengeboran tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga membuka peluang ditemukannya cadangan baru demi keberlanjutan operasi dan mendukung ketahanan energi nasional.


"Setiap pengeboran yang kami lakukan diharapkan tidak hanya menghasilkan produksi, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi penemuan cadangan baru untuk menjamin keberlangsungan operasi perusahaan dan ketahanan energi di masa depan," ujarnya.


Pada tahun 2026, PHR Zona 4 merencanakan pengeboran step out di empat lapangan yang dikelola Pertamina EP, yakni Adera Field, Prabumulih Field, Ramba Field, dan Limau Field. Beberapa sumur yang menjadi target pengeboran antara lain ABB-A5, BNG-A12, GNK-PD17, LKT-23, MJ-OS2 NRB-B, dan LVT-B. Kegiatan tersebut diproyeksikan mampu menambah produksi minyak sebesar 209 BOPD dan gas 0,04 MMSCFD.


Selain itu, perusahaan juga menerapkan metode dual completion pada sejumlah sumur, yakni BNG-D14, BNG-D19, dan BNG-B7 di Adera Field serta GNK-PD80 di Prabumulih Field. Penerapan metode ini ditargetkan dapat meningkatkan produksi minyak sebesar 325 BOPD dan gas 2,43 MMSCFD.


Dual completion merupakan teknik penyelesaian sumur yang memungkinkan produksi dari dua lapisan reservoir melalui satu sumur, sehingga dapat mengoptimalkan perolehan hidrokarbon sekaligus meningkatkan efisiensi pengembangan lapangan.


Secara keseluruhan, pada tahun 2026 PHR Zona 4 menargetkan pelaksanaan 100 rencana kerja pengeboran pengembangan dengan tambahan produksi minyak mencapai 4.479 BOPD.


Tidak hanya fokus pada pengeboran, PHR Zona 4 juga berupaya menekan laju penurunan produksi alami melalui program perawatan sumur-sumur eksisting. Seluruh pimpinan field, baik Senior Field Manager maupun Field Manager, diberikan tanggung jawab untuk menjaga performa produksi melalui optimalisasi artificial lift, fasilitas permukaan (surface facility), dan sarana penunjang lainnya.


"Kami menargetkan natural decline berada pada kisaran 15 hingga 20 persen. Dengan menjaga performa fasilitas produksi, maka keberhasilan pengembangan sumur baru akan benar-benar meningkatkan produksi, bukan sekadar menggantikan penurunan alami yang terjadi," kata Djudjuwanto.


Keselamatan Menjadi Prioritas


Di samping upaya peningkatan produksi, PHR Zona 4 juga terus memperkuat budaya keselamatan kerja atau HSSE guna memastikan operasi hulu migas berjalan aman dan berkelanjutan.


Melalui penerapan prinsip Stop Work Authority (SWA), setiap pekerja memiliki hak dan kewajiban untuk menghentikan pekerjaan apabila ditemukan kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan.


Perusahaan juga mendorong keterlibatan pekerja lini terdepan dalam memimpin safety briefing secara bergiliran serta menerjemahkan berbagai aturan dan rambu keselamatan ke dalam bahasa sehari-hari masyarakat Sumatera Selatan agar lebih mudah dipahami.


Menurut Djudjuwanto, keselamatan kerja bukanlah hambatan dalam menjalankan operasi, melainkan investasi jangka panjang yang mendukung keberhasilan perusahaan.


"HSSE adalah investasi, bukan penghambat operasional. Kami melihat peningkatan disiplin terhadap aspek HSSE berjalan seiring dengan meningkatnya kinerja produksi di Zona 4," pungkasnya.


PHR Zona 4 merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina Regional Sumatra yang dikelola oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). Wilayah operasinya meliputi tujuh area kerja, yaitu PEP Prabumulih Field, PEP Limau Field, PEP Adera Field, PEP Pendopo Field, PEP Ramba Field, PHE Ogan Komering, dan PHE Raja Tempirai.